Rekomendasi Hotel di Pekanbaru, Lokasi Pusat Kota Dekat Bandara

hotel di PekanbaruApakah Anda pelancong yang datang ke Pekanbaru dan mungkin sedang butuh informasi hotel di Pekanbaru yang rekomendasi untuk ditempati atau Anda adalah Event Organizer atau Perusahaan yang sering butuh ruangan untuk mengadakan meeting, training ataupun seminar dengan harga yang pas dan pelayanan berkualitas?

Ada banyak pilihan Hotel di Pekanbaru sebenarnya, namun dalam postingan ini saya akan mengulas Hotel Pangeran Pekanbaru. Hotel yang saya jadikan langganan dalam membuat berbagai macam event Satunama Production. Bukan tanpa alasan saya merekomendasikan Hotel Pangeran Pekanbaru ini, berikut diantara alasan kenapa harus Hotel ini: Continue Reading…

Cara Membuat Form Online di Google Form

google-formPernahkah Anda membayangkan bagaimana caranya memasukkan database ribuan orang dalam waktu hanya beberapa menit sekaligus dan data itu bisa terekap dengan sempurna?

Misalnya dalam sebuah acara besar, kita hanya tinggal menyangkan sebuah link di screen, peserta mengklik link tersebut dan mengisi formulir online dan “taraaa…!” kita tiba-tiba punya ribuan database tanpa capek-capek menginput manual. Nah, kali ini saya akan bagikan tips tentang Cara Membuat Form Online di Google Form. Continue Reading…

Refleksi Pergantian Tahun, Pencapaian Dan Target Baru

2014-2015Rasanya baru sebentar kemaren bikin artikel di blog ini berjudul “Membuat Resolusi Tahun 2014″, eh tiba-tiba sekarang udah mau masuk 2015 aja dalam hitungan hari. Rasanya makin kesini, waktu makin cepat aja berlalu tanpa disadari. Apa ini pertanda dunia udah dekat mau kiamat yak? :D

Well, ternyata di tahun 2014 ini ada beberapa target yang masih belum tercapai, diantaranya target 100% debt free (hiks). Dan di tahun 2014 ini juga ada beberapa pancapaian yang justru tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Nah, berikut refleksi pencapaian tahun 2014 Continue Reading…

Review Film Pendekar Tongkat Emas

pendekar-tongkat-emas“Monyet hitam! Tempat larimu adalah ke akhirat!” teriak Wiro seraya hantamkan tangan kanannya ke arah laki-laki yang ambil langkah seribu!

Belum lagi angin pukulan Wiro sampai orang itu telah memekik macam dihadang setan! Kemudian pekiknya lenyap dan tubuhnya mencelat beberapa tombak. Terguling di tanah tanpa nyawa lagi!

Wiro Sableng segera pula hendak kirimkan pukulan maut ke arah laki-laki yang bersembunyi di balik pohon. Sekaligus dia hendak hantam pohon dan orangnya! Tapi baru tangan kanan diangkat, tahu-tahu empat bayangan hitam melompat di hadapannya dan serentak meng­urungnya.

……..

Itulah potongan novel Wiro Sableng berjudul Banjir Darah di Tambun Tulang. Sejak kecil saya memang penyuka cerita silat entah itu berupa novel atau komik seperti Si Buta Dari Goa Hantu, Panji Tengkorak dan komik-komik silat lainnya. Sewaktu membaca cerita silat itu, imajinasi saya melayang membayangkan pendekar-pendekar sakti itu bertarung. Dengan ilmu kanuragan mereka yang mumpuni, saling bertukar jurus dan perjuangan tak lelah dalam membasmi angkara murka.

Sampai suatu saat Wiro Sableng diangkat ke layar kaca.

Langit terasa runtuh. Imaji Pendekar yang ada di kepala saya mendadak lenyap ketika melihat tayangan serial televisi itu. Continue Reading…