Sebuah Postingan Tentang Poligami

poligamiBeranda Facebook kembali ramai, hangat dan bergairah belakangan ini setelah beberapa lama sempat sepi. Dulu, kita posting status bagus-bagus, paling yang like atau komen cuma satu dua orang saja. Kini sudah belasan bahkan puluhan komen singgah di status yang kita ketikkan, bagaimana tidak makin betah berlama-lama nongkrongin laptop, coba?

Konon semaraknya kembali jejaring facebook itu katanya karena para 4L4Y sudah eksodus ke Path dan Instagram. Iya, belakangan saya sudah jarang melihat nama-nama seperti “Di4naCelaluDicayangCelamana” menghiasi laman facebook ini dan membuat kita sedikit jengah berada diantara mereka. Kadang kita bingung melihat status mereka yang berenda-renda muncul di newsfeed. Continue Reading…

Harap-Harap Cemas Menyongsong MEA 2015

menyongsong-mea-2015Siang itu saya diundang oleh sebuah instansi untuk sharing pengalaman berjualan online kepada belasan UKM binaan instansi tersebut.

Alhamdulillah sejak tahun 2010 saya punya sedikit pengalaman dalam berjualan online baik lewat blog maupun social media. Saya juga punya website sendiri serta website profil untuk bisnis. Yah, meskipun masih cetek, tapi insya Allah ilmu saya yang bagi ini beberapa kali terbukti aplikatif membantu teman-teman menaikkan penjualannya lewat online.

Beberapa fakta yang membuat saya cukup membuat saya terperangah selama acara berlangsung adalah;

– Hanya tiga UKM yang punya website sendiri dari belasan UKM yang hadir, padahal mereka nyata-nyata adalah peserta binaan yang lulus seleksi dari sekian banyak UKM.

– Sebagian besar peserta sama sekali “buta” internet, ini terbukti ketika praktek membuat blogspot sederhana saja, mereka sangat kesulitan dan kebingungan. Bahkan ada beberapa peserta yang terlihat “menyerah” dan membiarkan saja laptop di hadapannya terbuka tanpa mengikuti lagi step yang kami ajarkan.

– Koneksi internet di ruangan itu begitu lambat Continue Reading…

Membaca Buku 7 Keajaiban Rezeki Tidak Akan Membuat Rezeki Lebih Baik

kayaYa iyalah kalo cuma dibaca doang.. PRAKTEKIN DONG! Hehehe

Sekitaran tahun 2012-2013, seminar dan training bertema Motivasi, Entrepreneurship serta Kekayaan sempat booming di Indonesia. Acara yang digelar di kota kecil-pun mampu menyedot hingga ribuan peserta. Apalagi di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Orang berduyun-duyun ikut acara itu hingga tak jarang tiket sold out jauh hari sebelum acara dimulai.

Namun belakangan seminar semacam itu mulai susut pesertanya. Mendapatkan 500 peserta aja susahnya minta ampun. Koq tau? Soalnya saya punya EO yang sering bikin acara seminar dan worskhop gitu.

Saya coba menebak-nebak dan menganalisa kenapa hal tersebut bisa terjadi. Kesimpulan sementara yang saya dapatkan adalah: Peserta yang datang ke seminar tertarik dengan judul seminar misalnya “Mimpi Sejuta Dolar” atau “7 Keajaiban Rezeki”, dalam bayangan mereka, dengan ikut seminar ini mungkin nasibnya akan berubah, mungkin rezeki akan lebih baik dan jutaan dolar akan memenuhi pundi-pundi kekayaan mereka.

Di dalam ruang seminar, pembicara akan membagikan tips sukses dan rahasia kekayaan yang kebanyakan memang buah dari pengalaman mereka sendiri. Mereka akan berbicara tentang impian, tekad, kerja keras, semangat dan bagaimana cara membangun jaringan dan relasi.

Nah, masalahnya adalah kebanyakan peserta lupa Continue Reading…

Pengalaman Tidak Sengaja Makan Babi

no porkAwalnya saya menyimpan rapat kisah ini. Alasannya: “Koq yang kaya begini mau dicerita-ceritain gitu sama orang? Norak banget”. Tapi belakangan setelah dipikir-pikir lagi, mungkin kisah ini ada manfaatnya juga kalau dibaca orang lain.

Tulisan ini tidak pula mempersoalkan kenapa pemeluk agama lain tidak mengharamkan babi. Tidak, tidak.. Saya tidak suka mempertanyakan masalah agama orang lain. Jadi buat yang punya keyakinan kalau babi itu nggak haram, no offense yah :)

Jadi ceritanya begini…

Seperti muslim kebanyakan, saya memegang teguh ajaran agama islam bahwa babi itu hukumnya haram dimakan. Mau digulai, digoreng, dibakar, rica-rica (emang ada?) dan dalam bentuk olahan apapun seperti sosis, keju bahkan hanya setetes lemak babi-pun itu tetap haram. Dalam islam begitu kerasnya mengatur larangan mengkonsumsi babi ini sehingga kami didoktrin demikian keras dari kecil untuk menjauhinya. Larangan itu bahkan sanggup membuat seorang koruptor akan menolak pesta santap babi setelah mengambil uang hasil korupsi. Meskipun uang korupsi mungkin sama haramnya dengan babi, tapi boleh dibilang hampir takkan ada koruptor muslim yang menghalalkan babi. Aneh kan?

Lanjut.

Nah, pengalaman saya tak sengaja makan masakan babi itu waktu berangkat ke Colombo, Sri Lanka beberapa waktu lalu. Sebetulnya saya sudah mencari aman dengan mengikuti salah seorang teman yang sangat hati-hati memilih makanan setiap jam makan. Hari pertama dan kedua aman. Saya bisa pastikan tak sepotongpun daging babi itu tersentuh.

Di hari ketiga malam. Saya mengambil seonggok iga yang tampilannya menggugah selera. Saya baca sekilas, ngga ada tulisan “pork” atau “swine” pada nama makanan yang terhidang. Sip… Aman. Dan saya mulai menyantap dengan lahapnya hidangan tersebut. Sekitar setengah porsi habis, kebetulan datang kawan saya yang non muslim memandang saya dan hidangan di piring dengan terheran-heran dan bertanya;

Teman : Lho, mas Adil makan babi juga? Continue Reading…