HIJRAH KE BANDUNG, KOTANYA RIDWAN KAMIL

Seharusnya artikel ini saya publish setahun yang lalu. Iya, kami sekeluarga akhirnya hijrah ke Bandung sejak tanggal 5 Oktober 2016 lalu, setelah sekitar 15 tahun lamanya tinggal di kota Pekanbaru.

Ada beberapa alasan cukup kuat yang membuat kami sekeluarga akhirnya memutuskan hijrah ke Bandung.

Pertama; Sudah terlalu lama tinggal di Pekanbaru. Kota Bertuah ini adalah kota perantauan saya pertama kali dari Bukittinggi.

Setelah tinggal belasan tahun di Pekanbaru, bekerja di sebuah BUMN Farmasi, menemukan cinta, menikah, punya anak dan membangun keluarga lalu kemudian resign dan memulai serta mengembangkan usaha sendiri, saya merasa ingin meraih lagi pencapaian yang lebih tinggi dalam hidup.

Meskipun di Pekanbaru saya sebenarnya juga sudah membuat sejumlah pencapaian dalam hidup seperti mendirikan lembaga training Satunama Production yang cukup produktif mengadakan training hingga ke 12 kota di Indonesia, menulis buku hingga buku itu diangkat ke layar bioskop (AKU, KAU & KUA – Starvision, 2014) namun tetap saja saya merasa stuck di Pekanbaru dan butuh tantangan dan pencapaian baru.

Alasan kedua adalah masalah asap tahunan yang terjadi di Riau setiap tahun selama belasan tahun. Saya merasa Pekanbaru tidak lagi menjadi tempat yang nyaman dan produktif untuk ditempati. Tidak jarang berminggu minggu kota ini diselimuti asap tebal beracun yang mengganggu ruang gerak. Hati ini sering perih melihat anak-anak menghirup asap beracun itu berulang setiap tahun.

Meski harus diakui, selama saya tinggal di Bandung selama setahun ini, ternyata kota Pekanbaru hampir tidak pernah mengalami kejadian bencana asap lagi. Ini hal yang tentu saja saya syukuri. Namun mengingat pemerintahan presiden sebelumnya juga sempat dua tahun Pekanbaru tanpa asap dan kemudian kembali dengan lebih parah di tahun-tahun berikutnya, saya tidak mau lagi ambil resiko.

Lalu kenapa Bandung? Kenapa memilih kota kembang ini menjadi tujuan hijrah? Kenapa bukan kota lain? Seperti Malang, misalnya. Well, sebenarnya sempat juga tergoda untuk pindah ke Malang karena Malang ternyata tidak kalah indah dibanding Bandung.

Namun inilah beberapa alasan kenapa kota Bandung yang akhirnya saya jadikan tujuan.

Pertama, Bandung adalah kota yang sangat kreatif. Semua hal yang saya perlukan untuk menjadi kreatif ada di Bandung. Infrastrukturnya, komunitasnya, alamnya dan lain-lain. Apalagi dibawah kepemimpinan Walikota yang sangat ngehits, Ridwan Kamil, saya pikir tidak ada yang tidak setuju betapa Bandung tidak hanya menjadi kota yang sangat kreatif, namun memang pantas disebut sebagai Smart City. Ngomong-ngomong, di Bandung ada sebuah gedung megah dengan nama Bandung Creative Hub untuk menampung berbagai kegiatan komunitas kreatif di Bandung.

hijrah ke bandung

Lokasi : Teras Sky Walk Cihampelas

Alasan selanjutnya adalah Bandung adalah kota yang memungkinkan saya gampang mengakses ilmu. Banyak seminar dan pelatihan berkualitas yang ada di Bandung. Selain itu jarak Bandung- Jakarta juga tidak jauh. Apabila ada training atau pelatihan bagus di Jakarta, saya tinggal naik kereta api subuh dari Bandung dan paginya sudah bisa ikut acara di Jakarta.

Namun, saya juga tidak punya rencana untuk tinggal lama di Bandung. Saya punya impian nantinya akan tinggal di kota-kota lain di Indonesia supaya bisa memperkaya wawasan dan pengalaman. Mungkin nanti saya akan mencoba tinggal di daerah timur Indonesia.

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *