Mengunjungi Museum Angkut Movie Star Studio Malang

Museum Angkut Movie Star Studio Malang sebenarnya terletak di kota Batu, berjarak sekitar hampir dua puluh kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari kota Malang  atau sekitar sepuluh menit dari Jatim Park II.

museum angkut movie star malang

Museum Angkut Tampak Depan

Saya lupa berapa tepatnya harga tiket masuk ke Museum ini. Namun sempat mengambil fot tiketnya yang sekilas terlihat seperti tiket pesawat. Kita juga diberi semacam gelang tangan yang terbuat dari kertas yang tidak gampang sobek.

museum angkut movie star malang

Tiket Masuk dan Gelang Tangan

Mata kita akan langsung tertuju kepada sebuah kendaraan besar yang sangat mencolok mata. Ya, sebuah helikopter di dalam ruangan terpampang nyata begitu kita menginjakkan kaki ke dalam ruangan.

Heli ini didapatkan sebagai bagian dari barter politik antara Bung Karno dengan pemerintahan USA untuk pembebasan agen CIA Allen Pope yang terlibat pemberontakan PRRI/Permesta dan tertembak jatuh di Laut Ambon pada pertengahan tahun 1960. Rasa kagum menelusup di hati ketika membayangkan Bung Karno menaiki helikopter hasil “barter” tersebut. Heli Bell 47J ini dinamakan Si Walet oleh Bung Karno dan menjadi Heli Resmi Kepresidenan Indonesia.

museum angkut movie star malang

Si Walet

Mengikuti alur museum angkut ini kita akan diperlihatkan berbagai bentuk moda transportasi sepanjang jaman, mulai dari yang tradisional seperti gerobak, kereta kuda, sepeda dan terus semakin canggih sesuai dengan perkembangan jaman.

museum angkut movie star malang

Mobil Retro Nan Mewah

museum angkut movie star malang

Kereta Kencana

Meskipun tidak begitu hobi dengan ragam kendaraan, tapi saya sangat kagum dengan koleksi museum Angkut yang sangat lengkap ini. Rasanya sangat sulit memilih gambar yang akan saya tampilkan di blog ini saking banyaknya koleksi foto yang saya ambil. Saya membayangkan kalau Ayah saya masuk ke museum ini, pasti beliau betah berlama-lama.

museum angkut movie star malang

Mobil Antik

Museum Angkut Movie Star Studio Malang ini juga menyimpan bangkai TUCUXI, yaitu mobil listrik buatan Indonesia yang tragisnya hancur tabrakan pada saat pengujian pertama kalinya oleh menteri BUMN Dahlan Iskan pada saat itu.

museum angkut movie star malang

TUCUXI

Alur museumnya juga sangat menarik karena dibuat bertema, seperti tema kota tua, tema negara tertentu, membuat kita merasa seperti berpidah-pindah naik mesin waktu dari satu tempat ke tempat lainnya pada tahun yang berbeda. Kemudian, sesuai dengan namanya, ada juga tema Movie disini dengan beragam koleksi seperti mobil Flinstone, Bat-Mobile, Motor Ghost Rider dan lain-lain.

museum angkut movie star malang

Tema Djakarta Tempo Doeloe

museum angkut movie star malang

Citroen 1972

museum angkut movie star malang

Tema Inggris

museum angkut movie star malang

Salute

 

museum angkut movie star malang

“Yabadabadooooo…..”

 

Museum Angkut Movie Star Studio Malang

Sepeda Motor Ghost Rider

 

museum angkut movie star malang

Bat-Mobile

Jangan lewatkan naik ke simulator pesawat terbang yang akan membuat kita merasa seolah menjadi seperti pilot sungguhan. Untuk menaiki simulator di Museum Angkut Movie Star Studio Malang ini ada biaya tambahan lagi, tapi pengalaman yang didapatkan cukup sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Museum Angkut Movie Star Studio Malang

Simulator Pesawat Terbang

Namun sayang, saya baru tahu kalau di museum angkut ada semacam parade cosplay dari tokoh-tokoh film. Kami melewatkan itu karena baru sampai di Museum Angkut movie star malang ini pukul delapan malam.

Terakhir, kalau Anda ingin menikmati indahnya pemandangan Kota Malang pada malam hari, ada semacam menara apollo, yang lumayan tinggi. Tapi tenang saja, menara ini sangat aman karena sekelilingnya diberi pagar rapat, jadi tidak perlu was-was kalau ingin membawa anak kecil naik ke atas. Tapi untuk amannya, selalu jaga pengawasan terhadap anak untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Itulah catatan perjalanan ke Museum Angkut Movie Star Malang ini. Semoga kelak saya bisa kembali berkunjung ke Museum ini.

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *